Social Icons

Rabu, 19 April 2017

Sakitnya Mati!!!



Di-riwayatkan bahwa apabila setitik kepedihan mati ditetes-kan pada bukit-bukit di dunia, niscaya akan hancur bukit-bukit itu. 

Saat ajal Nabi Ibrahim As tiba, Allah Ta’ala berfirman kepada beliau, “Wahai khalil-Ku, bagaimana engkau merasai mati?” Beliau menjawab, “Seperti kait-besi panas yang berulangkali dimasukkan dan ditarik pada kain yang basah.” Allah Ta’ala berfirman, “Sebenarnya Aku telah memudahkan kematian bagimu.”

Dikisahkan mengenai Nabi Musa As bahwa ketika nyawanya dibawa ke hadapan Allah Azza wa Jalla, Dia bertanya kepada Musa, “Wahai Musa, apa yang kau-rasakan ketika mati (sakaratul-maut)?”

Jawab Musa As, “Aku rasakan hidupku laksana seekor pipit. Ketika ia dibakar (digoreng) di atas pembakarán (penggorengan), ia tak mampu terbang dan juga tak selamat dari rasa sakit saat mati. Aku merasakan rasa sakit yang luar biasa saat sakaratul-maut seperti yang dialaminya.”

Ada suatu riwayat yang mengisahkan bahwa pada saat ajal menjemput Nabi Saw, di dekat beliau terdapat sewadah air. Beliau mencelupkan tangannya ke dalam wadah lalu membasuh mukanya dengan air tersebut seraya berkata, “Ya Allah Tuhanku, mudahkan aku menghadapi sakaratul-maut.” Sayidah Fathimah Ra berkata saat itu, “Wahai ayahku, betapa hebat rasa sakit yang kaurasakan!” Kemudian baginda bersabda, “Tetapi tak akan ada lagi kesusahan atas ayahmu setelah ini.”

Pada suatu hari, Sayidina `Umar bin al-Khaththab berkata kepada Ka’ab al-Ahbar, “Wahai Ka’ab, terangkan kepadaku tentang mati.” Maka Ka’ab pun menjelaskan, “Wahai Amirul Mukminin, mati adalah seperti sebuah ranting yang penuh dengan duri lalu dimasukkan ke dalam perut. Setiap duri tertancap pada urat yang ada. Setelah itu seorang laki-laki kuat menariknya dengan paksa, maka terambillah darinya apa yang dapat diambil dan tertinggallah padanya apa yang tidak dapat diambil.

Ya Allah Tolonglah kami dengan keberkatan para kekasihMu!!

0 ulasan:

Catat Ulasan

 

Sample text

Sample Text

Sample Text