Catatan

Menunjukkan catatan yang berlabel SEJARAH

Kenapa Orang Minang Suka Merantau?

Imej
Faktor budaya Ada banyak penjelasan terhadap fenomena ini, salah satu penyebabnya ialah sistem kekerabatan matrilineal. Dengan sistem ini, penguasaan harta pusaka dipegang oleh kaum perempuan sedangkan hak kaum pria dalam hal ini cukup kecil. Selain itu, setelah masa akil baligh para pemuda tidak lagi dapat tidur di rumah orang tuanya, karena rumah hanya diperuntukkan untuk kaum perempuan beserta suaminya, dan anak-anak. Para perantau yang pulang ke kampung halaman, biasanya akan menceritakan pengalaman merantau kepada anak-anak kampung. Daya tarik kehidupan para perantau inilah yang sangat berpengaruh di kalangan masyarakat Minangkabau sedari kecil.  Siapa pun yang tidak pernah mencoba pergi merantau, maka ia akan  selalu diperolok-olok oleh teman-temannya.Hal inilah yang menyebabkan kaum pria Minang memilih untuk merantau. Kini wanita Minangkabau pun sudah lazim merantau. Tidak hanya karena alasan ikut suami, tapi juga karena ingin berdagang, meniti karier ...

Puteri Lindungan Bulan

Imej
oleh: Dato' Haji Wan Shamsuddin b. Mohd. Yusof Kisah ini berasal dari cerita lisan yang berkembang di sekitar Daerah Kubang Pasu, Kedah dan dikatakan pernah berlaku di Kampung Siputih, Padang Sera dalam Daerah Kubang Pasu, pusat pemerintahan Kedah yang ketiga (1323 - 1626). Ceritanya ada kaitan dengan sebab utama Aceh menyerang Kedah disebabkan Raja Aceh ditipu oleh Sultan Kedah waktu itu. Puterinya yang berdarah putih (Puteri Lindungan Bulan) yang dipinang oleh Raja Aceh itu ditukar dengan puterinya yang berdarah merah. Sebelum Aceh melanggar Kedah, Sultan Kedah yang tidak rela menyerahkan puterinya yang berdarah putih itu sempat menyembunyikan puterinya di dalam sebuah lubang tidak jauh dari istananya dan baginda memohon agar janganlah hendaknya bulan menyinari cahayanya di waktu malam (ketika bulan mengambang) untuk menghindarkan daripada diketahui orang. Walaupun Aceh menang dalam peperangan tersebut tetapi Raja Aceh gagal memiliki puteri itu. Puteri itu akhirnya mangkat di tem...

Kisah Benar Dizaman Saiyidina Omar - Kesudahan Yang Amat Mengharukan

Matahari hampir terbenam, siang mula berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mundar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa kerana keingkaran janji si pemuda lusuh. Akhirnya tiba waktunya penqishashan, Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat pembunuhan. Hadirin mulai teresak, orang hebat seperti Salman akan dikorbankan. Tiba-tiba di kejauhan ada sesusuk bayangan berlari terhuyung-hayang, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali. "Itu dia!" teriak Umar, "Dia datang menepati janjinya!". Dengan tubuh bersimbah peluh dan nafas tercungap-cungap, si pemuda itu berpaut di pangkuan Umar. "Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku.." ujarnya dengan susah payah, "Tak ku sangka.. urusan kaumku.. mengambil.. banyak.. waktu..". "Ku pacu.. tungganganku.. tanpa henti, hingga.. ia keletihan di gurun.. terpaksa.. kutinggalkan.. lalu aku b...

Kisah Benar Dizaman Saiyidina Omar (Bahagian Satu)

Sebuah kisah benar yang terjadi pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab. Suatu hari Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya para sahabat sedang asyik berbincang sesuatu. Di kejauhan datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegang seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka. Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata adik beradik itu berkata, "Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!" "Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini!". Umar segera bangkit dan berkata, "Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka wahai anak muda?". Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata, "Benar, wahai Amirul Mukminin." "Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tegas Umar. Pemuda lusuh itu mula bercerita, "Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku mengamanahkan aku untuk suatu urusan muammalah untuk ku selesaikan di kota ini. ...

Bandar Tersembunyi Di Greece

Imej
Monemvasia adalah sebuah pulau di luar pantai timur Peloponnese, di Greece, yang dihubungkan dengan tanah besar oleh sebuah tambak. Pulau ini seluas kira-kira 300 meter lebar dan 1 kilometer panjang, berada seratus meter di atas paras laut. Di lereng dataran tinggi ini, terdapat sebuah bandar yang tersembunyi dari tanah besar. Pekan berdinding yang amat romantis, terletak di bawah bayang-bayang bongkah batu yang menjulang tinggi, penempatan dari sejarah Byzantine, Ottoman, dan Venice sejak abad ke-13. Pulau ini mula di duduki pada abad ke-6 oleh penduduk di Laconia yang memohon perlindungan daripada penceroboh Slavic yang menguasai banyak Greece antara 500-700 Masihi. Sejak beberapa abad seterusnya, Monemvasia bertukar tangan berkali-kali antara Venice dan orang-orang Turki , sehingga ia dibebaskan semasa Perang Kemerdekaan Greece pada awal abad ke-19. Monemvasia nama berasal daripada dua perkataan Yunani, MONE dan emvasia, yang bermaksud "pintu masuk tunggal" d...