Social Icons

Monday, 2 May 2016

Memahami Maksud Tadharru'

Tadharru' mengandungi makna tadzallul (kerendahan dan kehinaan diri) dan istiqamah (ketundukan diri). (Jami’-ul bayan ‘an ta’wil al-Qur’an, Abu Ja’far Muhammad bin Jarir ath-Thabari).

Pada suatu malam di dataran Ka’bah, Thawus bin Kisan ra mendapati Ali bin Husein - yang lebih dikenal dengan Ali Zainul Abidin ra- sedang bermunajat kepada Allah SWT. 

Dengan penuh pengharapan (tadharru’), terdengar ia merendahkan dan menghinakan dirinya diiringi dengan deraian air mata bermohon agar Allah SWT memberikan keampunan kepadanya.

Setelah Ali bin Husein menyelesaikan munajatnya, Thawus menghampiri. Ia berkata, "Wahai cucu Rasulullah SAW, mengapa engkau menangis seperti ini, sementara engkau memiliki tiga keistimewaan yang tak dipunyai orang lain.

Pertama, engkau adalah cucu Rasulullah SAW. Kedua, engkau akan mendapat syafaat dari Rasulullah SAW. Dan ketiga, keluasan rahmat-Nya untukmu."

Mendengar pernyataan Thawus itu, Ali bin Husein menjelaskan semuanya bukan jaminan ia akan mudah mendapatkannya.

Beliau berkata, "Ketahuilah hubungan nasabku dengan Rasulullah, bukan jaminan keselamatanku di akhirat sana setelah aku mendengar firman Allah SWT, ‘Apabila sangkakala ditiup, maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak ada pula mereka saling bertanya’." (QS al- Mukminun [23]: 101).

Sedangkan syafaat Nabi SAW, maka Allah SWT berfirman, "Dan mereka tiada memberi syafaat, melainkan kepada orang yang diredhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati kerana takut kepada-Nya." (QS al-Anbiya` [21]: 28).

Dan terakhir, dalam hal rahmat-Nya, Allah berfirman, "Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS al-A’raf [7]: 56).

Kisah di atas mengajarkan kepada kita untuk bersikap tadharru’ (penuh harap dan merendahkan diri) dalam beribadah kepada Allah SWT, terutama ketika sedang berdoa. 

"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri (penuh harap) dan dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS al-A’raf [7]: 55).

Tadharru’ merupakan akhlak dan etika yang perlu dalam ketika membina hubungan dengan Allah SWT - sebagai wujudnya rasa penghambaan diri kepada Zat Penguasa alam semesta, Allah SWT.

0 comments:

Post a Comment

 

Sample text

Sample Text

Sample Text